Setiap hari kami saksikan kesadisan di luar logika,
juga pertikaian yang tak selesai diiringi goyang bor patah-patah,
gosip para selebriti, serta gentayangan para hantu setiap jamnya.
Kami larut dalam kisah cinta anak sekolah berseragam putih merah,
putih biru dan putih abu-abu
sambil menertawakan si Yoyo, Cecep, Sin Chan, dan Bidadari,
lalu sibuk mendukung bintang baru lewat SMS.
Dari pagi sampai malam
kami menghafal televisi
kami cerna kelicikan, darah, goyangan, dan semua jenis hantu sambil mendebukan buku-buku.
Di sekolah guru bertanya tentang cita-cita,
dan sambil menguap panjang kami menjawab
kami ingin jadi orang paling berguna bagi negeri ini
seperti yang pernah dinasihatkan orangtua, guru, pejabat, politisi, ulama,
dan selebriti kami di televisi.
juga pertikaian yang tak selesai diiringi goyang bor patah-patah,
gosip para selebriti, serta gentayangan para hantu setiap jamnya.
Kami larut dalam kisah cinta anak sekolah berseragam putih merah,
putih biru dan putih abu-abu
sambil menertawakan si Yoyo, Cecep, Sin Chan, dan Bidadari,
lalu sibuk mendukung bintang baru lewat SMS.
Dari pagi sampai malam
kami menghafal televisi
kami cerna kelicikan, darah, goyangan, dan semua jenis hantu sambil mendebukan buku-buku.
Di sekolah guru bertanya tentang cita-cita,
dan sambil menguap panjang kami menjawab
kami ingin jadi orang paling berguna bagi negeri ini
seperti yang pernah dinasihatkan orangtua, guru, pejabat, politisi, ulama,
dan selebriti kami di televisi.
Mei 2004-Abdurahman Faiz, 8thn.
4 comments:
komentar ahh... kenyataanya seperti itu...
yap betul sekali, haaa anto btw apakabar?!?!?!?! masih karate kah? hehe
baik far. udah engga.. bosend pengen ganti ranting aj.. follow blog w yaw..
oh baguslah, followed ya
Poskan Komentar